Membangun Kurikulum Berdampak : SMK Setiabudhi Gelar Kombel Inti tentang Pembelajaran Mendalam

Semarang – Komunitas Belajar (Kombel) SMK Setiabudhi kembali menunjukkan komitmennya dalam peningkatan kualitas pendidikan. Hari ini, Senin tanggal 6 Oktober 2025 mulai pukul 09.30 hingga 13.00 WIB, seluruh pendidik berkumpul dalam sesi Kombel yang membahas dua instrumen krusial dalam Kurikulum Merdeka: Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP).

Kegiatan ini merupakan langkah strategis sekolah untuk memastikan bahwa praktik mengajar di kelas tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada penguatan kompetensi esensial dan karakter siswa.

Sesi Kombel kali ini menjadi istimewa dengan kehadiran narasumber tunggal, yaitu pengawas SMK berpengalaman, Dr. Ahlis Qoidah Noor, S.Pd, M.Pd. Beliau memimpin diskusi dan workshop yang mendalam mengenai filosofi di balik RPM dan ATP.

Dalam paparannya, Dr. Ahlis Qoidah Noor, S.Pd, M.Pd menekankan bahwa RPM bukan sekadar RPP biasa, melainkan harus memenuhi tiga prinsip utama yang dikenal sebagai BBM (Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan).

Berkesadaran (Mindful Learning):

Guru harus mampu membimbing siswa untuk sadar akan proses belajarnya, tujuan yang ingin dicapai dan kemampuan metakognisi mereka.

Bermakna (Meaningful Learning):

Materi pembelajaran wajib dikaitkan dengan konteks dunia nyata, industri, dan relevansi kehidupan murid SMK.

Menggembirakan (Joyful Learning):

Menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan memicu rasa ingin tahu, sehingga proses belajar menjadi pengalaman yang menyenangkan.

Lebih lanjut, narasumber juga menyoroti pentingnya kombinasi metode mengajar yang adaptif. Guru didorong untuk meninggalkan metode ceramah tunggal dan beralih ke strategi yang lebih interaktif seperti Project Based Learning (PjBL), Studi Kasus Industri, dan Diskusi Reflektif. Kombinasi metode ini bertujuan untuk mendorong siswa mencapai pengalaman belajar yang utuh: Memahami, Mengaplikasi dan Merefleksi.

Memahami (Understanding):  

Bagaimana siswa benar-benar menguasai konsep secara mendalam, bukan hanya menghafal.

Mengaplikasi (Applying):

Kemampuan siswa menggunakan pengetahuan dalam konteks nyata dan berbagai situasi.

Merefleksi (Reflecting):

Mendorong siswa untuk berpikir kritis, mengevaluasi proses belajar mereka, da mengaitkannya dengan 8 Dimensi Profil Lulusan.

Seluruh guru kemudian langsung mempraktikkan penyusunan ATP, sebuah rangkaian tujuan pembelajaran yang logis dan sistematis dari awal hingga akhir suatu fase pembelajaran. Diskusi berlangsung hangat dan interaktif, memastikan setiap guru meninggalkan ruangan dengan pemahaman yang utuh dan siap mengimplementasikannya.

Semangat Kombel SMK Setiabudhi tampak membara, sejalan dengan yel-yel yang selalu didengungkan: “Kreatif, Organik, Melayani, Belajar, Leluasa”

Kreatif: Mendorong guru untuk merancang pembelajaran yang inovatif.

Organik: Memastikan praktik yang tumbuh alami dan relevan dengan kebutuhan sekolah.

Melayani: Komitmen melayani kebutuhan belajar siswa.

Belajar: Semangat peningkatan diri yang tak pernah berhenti.

Leluasa: Kebebasan dan ruang aman untuk berbagi dan berkolaborasi.

Yel-yel ini menjadi representasi nyata dari budaya belajar yang inklusif dan progresif di SMK Setiabudhi Semarang.

Menutup kegiatan, Kepala SMK Setiabudhi, Drs. Komaroni memberikan arahan sekaligus apresiasi yang tinggi kepada seluruh peserta.

“Bapak dan Ibu guru yang saya banggakan, Kombel ini adalah jantung inovasi kita. Kehadiran Dr. Ahlis Qoidah Noor, S.Pd, M.Pd hari ini memberikan kita peta jalan yang jelas untuk beralih dari pengajaran yang menjangkau menjadi pengajaran yang mendalam,” ujar beliau.

Drs. Komaroni juga menegaskan pentingnya RPM dan ATP dalam konteks pendidikan kejuruan.

“Di SMK, lulusan kita harus siap kerja, tetapi kesiapan kerja hari ini menuntut lebih dari sekadar keterampilan teknis. Mereka butuh penalaran kritis, kreativitas, dan kemampuan adaptasi. RPM dan ATP inilah instrumen yang akan membantu kita menanamkan kompetensi abad ke-21 itu. Saya berharap, setelah Kombel ini, tidak ada lagi guru yang berjalan sendirian. Jadikan Kombel sebagai wadah Kreatif, Organik, Melayani, Belajar, Leluasa untuk saling berbagi praktik baik dan memecahkan tantangan bersama. Mari kita wujudkan pembelajaran yang benar-benar bermakna untuk masa depan gemilang murid-murid kita!”

Penulis : Mega Purwanti Asih, S.Pd, M.M.

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *